aku tidak menyuruhmu untuk bersikap sangat bijak ketika berada didepanku dan berperilaku sangat benar ketika kebodohan mulai membiasakanku.
...............................................................................................................................................
pagi itu adalah pagi dimana untuk pertama kalinya aku tidak melihatmu, di kampus dan tempat parkir atau dimana saja tempat kebiasaanmu ada. hanya kubiarkan semua sugesti dan pikiran jelek yang tak berlandas melompar-lompat tidak sopan di otakku. hmmmm...aku yakin telpon yang tidak kamu angkat subuh itu karena kamu belum bangun. meletakkan helm kemudian melangkah pergi.
menyusuri lorong kampus tanpa musuh terbesarku, kamu terasa sangat monoton dan apa yah..sesuatu yang kurang dan sepi.
dari matahari belum terbit sampai sekarang matahari memamerkan panas atas kekuasaannya, aku belum mendengar suara bawel burung beo yang biasa ku dengar. waw...ada yang berbeda hari ini,rupanya.
santai saja. aku meminum segelas cappucinno, minuman yang paling sering kamu pilih ketika kita memutuskan untuk saling diam dan sendiri. berbeda dengan kebiasaanku, espresso yang identik dengan rasa pahit. itu lebih tenang dan miskin akan rasa yang bermacam-macam. yeah, hari ini bedanya aku sendiri ditempat biasa
dan ...........
terblesit niat untuk memulai menggodamu dengan joke joke yang sering kita lontarkan. tapi, kuabaikan dan kuhilangkan. hampir aku ketik padahal..jadi, kesimpulan yang dapat aku ambil setelah berjam-jam duduk manis dan telah menghabiskan beberapa cangkir cappucinno adalah pikiran kosong dan labil. untuk mencoba berpikir positif saja terlalu rumit dan munafik, harus mencoba menenangkan perasaan yang kacau karena sesuatu yang beda itu sangat menyebalkan dan memaksa. hmmmmmmmm..
pulanglah....
tidur merupakan solusi yang paling tepat ketika aku tidak ingin berpikir macam-macam tentang kamu, dimana kamu, apa kabar hari ini atau apalah yang objeknya adalah kamu.
jalan-jalan merupakan kebiasaan kedua ketika pilihan untuk tidur belum solutif mengatasi kepenatan otak , yeah..jalan-jalan bukan berkendaran mengitari jalan mengelilingi satu kota tanpa arah, tapi jalan-jalan menggunakan kaki.
mendengarkan musik merupakan pilihan terakhir, sebenarnya bukan pilihan tapi lebih ke kecenderungan yang membuat kecanduan ketika cara pengalihan otak selain 2 diatas itu kurang berhasil.
biasanya, ketika aku melihat orang disekitarku berlagak dan berperilaku seperti aku sekarang mereka akan berteriak-teriak, marah-marah,menangis-nangis,bertanya-tanya,sampai merasa dirinya tidak dianggap dan tidak waras akibat kelemahannya mengendalikan pikiran dan kelemahan akan kemampuan menjawab semua pertanyaan yang mereka timbulkan sendiri. yeah, aku bukan tipe seperti itu sayangnya....
" apa yang sedang kamu lakukan sampai sampai semua perhatianmu mengarah pada kegiatanmu dan mengalihkan pandanganmu dari aku?? "batinku lantang.
aku mengenalmu bukan dari kemaren malam atau pagi hari tadi, mungkin waktunya belum selama kamu memelihara kucing kesayanganmu yang telah menemanimu beberapa tahun terakhir ini. tapi dengan percaya diri, aku adalah sosok terdekatmu saat ini dan aku mengenalmu. kamu bukan seperti itu...
diamlah........
kita bertemu,saling menatap, beradu tatapan mata dan hanya diam. aku tidak tahu betul apa yang sedang terjadi sekarang ini, siang ini, ditempat ini dan dengan objek yang aku kenal,kamu. apa ini masalah atau hanya sekedar kegelisahan yang bersumber dari sugestiku saja.itu yang ingin aku ketahui, kita memutuskan bertemu.
tidak ada yang beda, tidak ada yang kurang bahkan yang lebih,semua seperti sedia kala dan wajar.
aku memulai...
" apa sesuatu telah terjadi ?"tanyaku pelan.
" emmm,no." balasnya pelan dan datar.
...............................................................................................................................................
pembicaraan berhenti ketika 1 kata itu terucap dari bibirnya. dia bukan tipe orang yang bersedia dengan iklas bercerita lantang dan panjang lebar, apalagi menyudutkannya dan mendesaknya untuk bercerita.
..............................................................................................................................................
" maaf ! " desahnya sendu.
" ternyata kamu cukup peka membedakan sesuatu yang terlihat biasa dan tidak biasa, aku suka. aku masih belum mengenalmu secara intens, kamu tertutup bahkan sangat membuat penasaran. tidak tahu cara seperti apalagi untuk mendapatkan semua sifat-sifatmu yang belum aku ketahui, sangat dangkal ternyata caraku mencari sifatmu." ujarnya.
" kamu membiarkanku untuk berpikir negatif tentangmu, dan itu sangat menyebalkan menurutku. ada saat ketika kita harus menyimpan apa yang memang menjadi rahasia kita. aku berusaha untuk menjadi apa adanya untuk kamu." balasku.
tertawa dan kamu sangat ingin ku cintai.
semua yang kita lakukan sampai detik ini adalah proses. dengan caramu kamu lakukan semua proses itu, dengan caraku pula aku lakukan semua proses itu.
secangkir cappucinno..
secangkir espresso......
ada secarik tissu, aku mulai menulis dan isinya seperti ini :
" hey,kamu yang menyebalkan dan membuat orang tidak bisa tidur,tidak mampu melangkahkan kaki untuk berjalan sampai untuk mendengarkan musik saja,isi otak ini serasa sangat percuma jika dialihkan dengan semua itu. sesering apapun kamu mengujiku atas alasanku menerimamu, silahkan. aku mencoba sebaik mungkin mensyukuri apa yang udah kita dapatkan,rasa yang telah kita dapatkan dan bangkitkan. lantas, ketika kamu mulai merasa ada sesuatu yang kurang yang belum kamu dapatkan tentang aku, coba untuk mencari tahu dengan caramu. aku tidak akan mengubah keputusanku ketika menerimamu sebagai sahabat dan musuh, intinya pertahankan apa yang kamu yakini tentangku yang kamu dapatkan dengan caramu,bukan dari orang lain bahkan pengaruh orang lain. "
aku melipatnya dan menaruhnya pada novel yang sedang kamu buka.
mulai membuka dan membaca, aku suka melihat ekspresimu ketika kamu mulai bingung dengan kata-kataku dan kemudian tersenyum......
pulanglah..........
..................................................................................................................................................
tersenyum terkejut dan menyesalkan.
bacaannya seperti ini :
" aku tidak menemukan tissu,apalagi kertas untukku dapat menulis balasan kata-kata panjangmu tadi. mempersilahkan aku untuk mengenalmu dengan caraku sendiri, menunjukkan bahwa kamu percaya pada penilaianku tentang kamu. aku suka itu .. aku tidak tahu bagaimana caramu menilai aku,sejauh mana kamu mengenal aku. seperti cara yang diam-diam,tersirat dan susah dibedakan antara kamu yang biasa dan yang tak biasa, tidak tahu waktu tepatnya kapan kamu mulai menilai aku dan sebagainya. aku merasa kecolongan. intinya, kita harus sering-sering bertengkar,memaafkan,jalan-jalan,mendengarkan musik bersama.......i love u ! "
" hemmm, kapan dia membuka notebookku dan mulai menulis??"batinku.
" anak bodoh, begini ya caramu mencari tahu bagaimana sikapku ketika mulai merasakan kehilangan dan ketidakhadiranmu?" tersenyum puas dan lega.





0 komentar:
Posting Komentar